Dalam upaya meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya deteksi dini kanker pada anak dan kesehatan remaja, Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) bekerja sama dengan SMP Mater Dei Pamulang menyelenggarakan kegiatan Seminar Edukasi Masyarakat. Acara ini diselenggarakan pada hari Jumat, 25 September 2026 pukul 09.00–12.00 WIB bertempat di Aula SMP Mater Dei Pamulang, Lt. 3. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk edukasi kepada siswa/i dan para guru agar lebih memahami pentingnya mengenali gejala dan tanda kanker pada anak sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat, serta memberikan pemahaman mengenai masalah kesehatan remaja.
Identitas Kegiatan
-
Tema Seminar: Kesehatan Remaja dan Kanker Pada Anak
-
Hari/Tanggal: Jumat, 25 September 2026
-
Waktu: 09.00 – 12.00 WIB
-
Tempat: Aula SMP Mater Dei Pamulang, Lt. 3
-
Penyelenggara: SMP Mater Dei Pamulang berkolaborasi dengan Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI)
Susunan Acara
-
Sambutan (Kepala SMP Mater Dei Pamulang dan perwakilan YOAI)
-
Materi: Kesehatan Remaja dan Kanker Pada Anak
-
Testimonial Survivor
-
Kuis Interaktif
-
Penutup (pembagian doorprize, penyerahan sertifikat, dan foto bersama)
Data Narasumber
Jalannya Seminar Acara dibuka dengan doa dan sambutan dari Kepala SMP Mater Dei, Sr. Elis Marie Suryani, SPM., M.Pd. Sambutan dari pihak YOAI diwakili oleh Ibu Aries Udjiwati selaku salah satu pendiri yayasan, yang juga memperkenalkan tim YOAI yang hadir dan berpesan agar para siswa menyimak dengan baik edukasi deteksi dini kanker ini. Seminar ini dihadiri oleh 377 peserta Siswa/i dan 24 Bapak/Ibu Guru SMP Mater Dei Pamulang.
Dalam pemaparannya, dr. Endang Windiastuti menjelaskan tentang kesehatan remaja, seperti masalah anemia dan malnutrisi (obesitas), serta pentingnya komunikasi terbuka dengan orang tua dan pemilihan teman bergaul yang positif. Selain itu, beliau juga memberikan edukasi mengenai gejala dan jenis kanker pada anak dan remaja, seperti Leukemia (Kanker Darah), Limfoma, Retinoblastoma, dan Tumor Otak, serta menekankan bahwa kanker harus ditangani secara medis (bukan alternatif).
Pada sesi berikutnya, Gaski Bintang Rizaldi, Survivor YOAI, membagikan pengalamannya sebagai penyintas kanker darah (Leukemia) sejak usia 3 tahun. la menceritakan kunci kesembuhannya, seperti semangat pantang menyerah dari keluarga, perubahan gaya hidup ekstrem dengan menghindari makanan mengandung MSG, pengawet, pewarna buatan, dan makanan instan (junk food), serta mengonsumsi makanan sehat buatan sendiri (homemade). Bintang juga membuktikan bahwa kanker bukan halangan berprestasi dan berpesan agar para remaja menjaga kesehatan.
Acara dilanjutkan dengan Kuis Interaktif, di mana Tim YOAI memberikan hadiah kepada siswa yang mampu merangkum materi seminar. Rangkaian edukasi diakhiri dengan pembagian souvenir dan doorprize, ucapan terima kasih, penyerahan sertifikat, dan sesi foto bersama sambil meneriakkan yel-yel penyemangat kanker anak ("Sehat, Semangat, Hebat!" dan "Gold Ribbon"). Melalui seminar ini, diharapkan para peserta mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kesehatan remaja dan deteksi dini kanker pada anak.